Jumat, 29 Januari 2016

Dapatkah Ibu Menyusui Minum Obat?



Bolehkah Ibu Menyusui Minum Obat?

Tidak sedikit timbul kekhawatiran diantara para Bunda sahabat Klikdokter dalam perihal menyusui ASI kepada sang buah hati.
Dari kekhawatiran hubungan pola makan ke produktivitas ASI, bahkan hingga soal aman atau tidaknya meminum obat selama menyusui.
Karena kerap kali tidak dapat dipungkiri, ibu terjebak dalam situasi mau tidak mau harus mengkonsumsi obat-obatan sementara menyusui harus diprioritaskan. Apakah aman meminum obat-obatan selama menyusui bayi yang kita miliki?
 

Apakah Semua Obat Masuk ke Dalam ASI dapat mempengaruhi kesehatan bayi? 
Jawabannya adalah iya. Hampir semua obat yang ada pada darah Anda dapat masuk melalui ASI, meskipun kadarnya jauh berkurang. Jadi sedikit banyaknya dapat mempengaruhi kesehatan bayi Anda tapi itu tergantung dari daya tahan tubuh bayi Anda sendiri.
 
Paparan terhadap obat-obatan yang ada di dalam ASI akan meningkatkan risiko pada bayi prematur, bayi baru lahir dan bayi yang secara medis tidak stabil atau memiliki gangguan ginjal.
Risiko tersebut akan menurun pada bayi sehat yang berusia di atas 6 bulan.


Berikut beberapa contoh list obat yang aman dikonsumsi oleh ibu menyusui. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter :

             Penghilang rasa nyeri :

o             Acetaminophen
o             Ibuprofen
o             Naproxen

             Obat antimikrobial :

o             Fluconazole
o             Miconazole
o             Clotrimazole Penicillins (amoxicillin, ampicillin)
o             Cephalosporins

             Antihistamin :

o             Loratadine
o             Fexofenadine

             Obat saluran pencernaan:

o             Famotidine
o             Omeprazole
o             Cimetidine


             Bagaimana Jika Bayi Saya Menimbulkan Reaksi? 

             Ketika Anda mengkonsumsi obat-obatan, selalu perhatikan tanda atau gejala yang abnormal pada bayi seperti perubahan pola makan atau tidur, rewel atau kemerahan.
             Jika Anda memperhatikan adanya perubahan perilaku pada bayi tersebut, segerlah anda berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter. Jika sudah berkonsultasi dengan dokter sebaiknya segera lakukan saran yang di beri oleh dokter ke bayi anda, agar reaksi tersebut bisa segeradi atasi dan tidak menimbulkan hal - hal yang tidak di inginkan oleh semua orang.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar